Tuesday, 20 January 2015

JANUARI 2015

Bulan yang penuh dengan cerita entah itu duka atau bahagia. dan aku selalu bahagia hahaha... gak ada cerita menarik di bulan ini selain kurang piknik. dan gak ada tulisan juga buat hari ini aku hanya menulis ngawur adda untuk mengisi waktu dari pada gak ada kerjaan blog ini aku tulis. oh ya besok traveling ke kebun teh hahahaha Photo photo... ok tunggu ceritanya ok bye

Thursday, 8 January 2015

Strategi yang Matang Mapala UNIVET Juara 2



Skuad Survivor  Juara 2 
Univet Bantara sukoharjo dan ukm Olahraga mengadakan turnamen futsal yang di ikuti 36 tim tiap perwakilan Ormawa. Mereka sangat antusias untuk mengikuti kejuaraan ini dan ingin menjadi juara di univet yang dulu Brazuka menjadi tim juara. Banyak kejutan dari tim tim ini saat bertanding. Ormawa dari prwakilan UKM yaitu MAPALA dengan nama tim Survivor menjadi tim kuda hitam di turnamen ini. Tahun lalu tim mapala selalu kalah di pertandingan penyisihan dan selalu kalah dari tim juara bertahan yaitu brazuka dengan skor 3-0. Awal yang bagus dari turnamen ini mapala tekadkan untuk menadi  juara Baru. Butuh tekad yang kuat tim mapala menjadi tim kejutan di setiap pertandingan.


Yang gak terlalu banyak gol tim ini di setiap pertandingan selalu mencetak gol tanpa kebobolan gawang yang di jaga Pinten Bagus Mawardi. Awalnya yang susah dan tidak mau menjadi penjaga gawang saling berebut untuk tidak menjadi penjaga gawang. Akirnya pinten mau dan pinten menjadi korban untuk menjaga gawang survivor  dan membawa tim survivor melaju hingga final tanpa kebobolan hingga akirnya kalah di final dengan skor 3-0 tim yang mengalahkan tak lain adalah Brazuka perwakilan danri PPB yang sempat mengalahkan tim mapala tahun lalu dengan skor yang sama. Keajaiban bagi tim survivor bisa menebus final dan menjadi juara 2 dan pinten menjadi pemain terbaik. Banyak yang tidak percaya jika tim ini menjadi juara 2.

 Tanpa strategi dan officel yang hebat tim mapala GAN yang bernama Survivor tidak mungkin bisa melaju sampai segini. Univet punya tim kudah hitamm yang hebat dari UKM MAPALA seharusnya mereka itu mendaki, Caving, Rafting, Rock Climbing, Membaca Peta dan Traveling sempatnya menjadi tim kejutan dan menjadi tim juara 2. Luar biasa tanpa latian sebuah tim itu bisa juara asal tim itu punya 1 pemikiran dalam bentus suatu strategi untuk bisa mengalakan lawan lawanya dan hingga sampai menjadi juara. Tim Survivor sudah membuktukan Salam Lestari Bravo Olahraga.  (Surya)

Hari Ini, Abadi



Hari ini, Abadi
Seorang Bijak Pernah berkata, Bahwa hanya ada dua hari dalam hidup yang sama sekali tidak perlu anda kwatirkan. Yang pertama : ‘Hari kemarin’. Anda tidak bisa mengubah apa pun yang terjadi. Anda tidak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tidak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang terasakan kemaren. Biarkan hari kemaren lewat! Lepaskan saja!
Yang kedua : ‘Hari Esok’. Hingga mentari esok hari terbit, anda tidak tahu apa yang bakal terjadi. Anda tidak bisa melakukan apa apa esok hari. Anda tidak mungkin sedih dan ceria di esok hari, esok hari belum tiba. Biarkan saja! Yang tersisa hanyalah hari ini. Pintu masa lalu telah tertutup. Pintu masa depan telah tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini ! Anda mengerjakan lebih banyak hal hari ini, bila mampu memaafkan hari kemaren dan melepaskan ketakutan hari esok hari. Hiduplah hari ini! Karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hidup apa adanya! Karena yang ada hari ini. Hari abadi.


Thursday, 1 January 2015

Catatan Surya

Hidup ini terasa semakin cepat dan semakin tua aja nie usiaku. tak terasa 2015 sudah datang padahal aku punya mimpi di tahun ini aku bisa melakukan dan menikmati mimpi masa kecil saya yang ingin selalu bahagia bersama teman. 2014 sudah berlalu dan sebagian mimpi masa kecilku sudah tercapai di tahun 2014 sebagai contoh imp[ian masa kecilku menginjak kakiku di puncak semeru dan bekerja sambil kuliah. itu adalah mimpi nyata yang pernah aku pikirkan di masa kecil waktu itu aku masih SD. karena melihat orang tua yang kerja keras rasanya kurang kalau saya gak ikut kerja keras. apa lagi gunung semeru atap pulau jawa.

Rasanya pengen menikmati hidup bahagia dan cinta indonesia dan ke megahan ciptaan tuhan yang maha dasyat yang membuat saya harus mnginjakan kaki saya di puncak mahameru. Sambil kuliah aku juga kerja untuk menyamvbung hidup saat menjadi Mahasiswa ap[alagi sekarang bahan pokok harga semua naik. aku nikmati semua ini dengan rasa bahagia. aku hidup penuh dengan rasa syukur yang luar biasa. tak ada alasan untuk tidak bisa melakukan sesuatu karena kita memiliki kemampuan yang luar biasa dan orang lain tak pernah tahu bahwa kita bisa. aku bangga dengan kehidupanbku seperti ini. selalu di beri keberuntungan dan tuhan selalu mendengar doa Ibuku yang selalu mendoakanku agar selalu waspada dan selalu mengingat. makasi IBU ILOVE You.

Tahun 2015 aku ingin melakukan perubahan yang luar biasa agar aku bisa mendapatkan kerja yang layak dan Jodoh yang baik agar aku punya tanggung jawab agar bisa memiliki dan membangun keluarga yang baru. semangat dan aku selalu berdoa bahwa ini proses. untuk menuju sukses tak seindah apa yang aku bayangkan. banyak liku liku yang harus aku lewati. kuncinya hanya semangat semangat dan selalu semangat.

Tuesday, 9 December 2014

CATATAN RUTIN Selalu DIBACA



Kekuatan untuk mengendalikan motivasi kita adalah kekuatan untuk mengatasi nasib dan pengendalian itu bermula pada pemahaman.

Pikiran sadar kita menyeimbangkan keputusan keputusan dan tindakan tindakan yang kita ambil sadar serta kepuasaan kepuasaan emosional merupakan pengendali  yang sesungguhnya terhadap tujuan serta kebutuhan untuk menghindari penderitaan dan meraih sukacita
Kita mengambil tindakan tindakan yang terarah untuk meraih sukacita serta menghindari penderitaan dan kita akan melalui jalan yang panjang untuk memenangkan pengendalian terhadap situasi situasi tersebut.
Kita melakukan banyak hal untuk menghindari penderitaan dan meraih sukacita
Kepuasan kepuasan fudamental manusia adalah
1.       Milik / Kasih                      : Hubungan Orang Lain Atau Diri sendiri
2.       Pengendalian / Kekuasaan : Kemampuan Lebih Besar untuk keamanan dalam kehidupan kita
3.       Keragaman / Kemajuan      : menginginkan Lebih atau keragaman
4.       Pengakuan                         : Pengakuan Terhadap pencapaian kita memberi rasa penting sejati
5.       Pencapaian                        : Kebutuhan Untuk Berhasil dalam Rencana Rencana Kita
6.       Tantangan                          : kesempatan untuk mencapai dan Tumbuh
7.       Kesempurnaan                   : kepuasaan diri dan kebanggaan dalam hal hal yang kita lakukan
8.       Tanggung Jawab : Kebutuhan Untuk melakukan Kotribusi

Kedua musuh utama motivasi adalah takut gagal dan kepuasan. 

Thursday, 4 December 2014

Alasan Kenapa Pendaki Gunung Adalah Pacar Idaman

Kenapa pendaki gunung?
Kenapa bukan seorang penerjun payung? Atau seorang diver? Atau seorang biker?
Pendaki gunung ternyata mempunyai kualitas yang baik sebagai calon pendamping hidup. Percaya atau tidak itu terserah Anda semua.

SURYA DI Puncak MERAPI terlihtat gunung Sindoro dan Sumbing
Bukan karna saya seorang pendaki gunung, kemudian merasa pantas sebagai seorang pacar idaman. Ini lebih dari sekedar itu, ini berbicara pengalaman yang saya rasakan selama ini. Pengalaman melangkahkan kaki untuk menggapai puncak-puncak tertinggi, membawa ransel penuh dan berat yang berisi logistik pendakian dan menghabiskan waktu berhari-hari di dalam hutan demi bisa mengalahkan diri sendiri.
Penasaran kan kenapa kamu harus mempertimbangkan dia yang gemar mendaki gunung untuk menjadi calon pasangan?
1. Dia Terbiasa Menetapkan Target dan Berpendirian Teguh
Orang yang sukses adalah mereka yang berani menetapkan target dan mematuhinya. Pendaki gunung sudah akrab dengan kebiasaan yang satu ini. Mereka terbiasa menetapkan tujuan akhir yang harus dicapai dalam setiap pendakian.

Sebelum pendakian dimulai, dia akan memperhitungkan waktu dan tenaga yang dimiliki kemudian menyesuaikannya dengan rute yang akan dihadapi. Dia bisa dengan tepat menetapkan target sesuai sumber daya. Kemampuan ini oke banget jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Saya tak pernah sepakat dengan mitos yang mengatakan bahwa pendaki gunung itu adalah orang-orang yang kurang kerjaan dan tidak punya tujuan. Bagi saya mereka itu justru orang yang sudah memantapkan tujuan dengan jelas, yakni puncak gunung. Tidak akan ada istilah “mengalir sajalah ikuti arus!”
2. Punya Semangat Untuk Mengalahkan Diri Sendiri
Musuh terbesar seseorang sebenarnya bukan orang lain atau lingkungan di sekitarnya, melainkan dirinya sendiri. Inilah filosofi yang dipegang oleh kebanyakan pendaki gunung. Kegiatan mendaki dipahami sebagai proses mengalahkan batas diri sendiri. Menantang diri untuk mengalahkan rasa letih demi menjejakkan kaki di puncak.

Pasanganmu yang gemar mendaki gunung tahu bahwa tujuan akhirnya gak akan bisa dicapai jika dia tidak keras pada dirinya sendiri. Dalam kepalanya akan bergaung suara, “Ayo jalan 5 langkah lagi!” setiap kakinya hendak mogok minta berhenti. Dia gak mau dikalahkan oleh rasa capek, malas, lapar ataupun dingin. Dia bisa mengontrol dirinya untuk terus berjuang mengalahkan semua keengganan yang muncul dari beratnya proses pendakian.
Bagi mereka menjejak di puncak adalah tujuan pasti dari sebuah perjalanan. Jika belum bisa menjejak, itu akan dianggap sebagai hutang yang harus dilunasi entah kapan waktunya. Dan goal-goal ini juga akan berlaku dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ada puncak-puncak kehidupan yang harus mereka gapai.
3. Dia Pasti Rendah Hati
Pendaki yang baik tidak pernah merasa dirinya lebih hebat dari orang lain. Walaupun dia sudah pernah menjejakkan kaki di berbagai tanah tertinggi, dia gak akan merasa lebih baik dari mereka yang belum. Pendakian justru menyadarkan bahwa di tengah ganasnya alam, manusia itu nggak ada apa-apanya.

Jika kamu memutuskan untuk menjalin hubungan cinta dengan seorang pendaki gunung, jangan kaget bila dia sering mengingatkanmu agar jangan merasa punya kemampuan diatas orang lain. Nggak heran sih, kebijaksanaan ini memang dia dapatkan dari semua pendakian yang pernah dilalui.
Dia sudah pernah menemui pendaki berusia lanjut yang segar bugar, dia pernah merasakan hampir mati karena hipotermia, dia juga pernah tersesat dan hanya mengandalkan insting untuk menemukan jalur yang benar. Di depan alam ciptaan Tuhan, dia sadar bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa.
4. Jiwa Berjuangnya Nggak Diragukan Lagi
Jika memang semangat juang adalah hal yang wajib ada dalam diri calon pasanganmu, maka mengencani pendaki gunung adalah pilihan yang tepat.

Bercumbu dengan alam bebas yang cuacanya bisa berubah sewaktu-waktu, bertaruh dengan kehidupan, serta melakukan aktivitas yang berat bahkan cenderung ekstrim akan mampu menghasilkan mental yang tangguh dan karakter kuat.
Dia adalah orang yang bisa bertahan dalam situasi sulit. Rasa ingin berjuang dalam dirinya sudah tidak diragukan lagi. Pasanganmu sudah pernah merasakan telapak kakinya lecet dan sakit untuk berjalan karena rute turun yang terlalu curam. Tapi dia memaksa dirinya untuk terus berjalan. Dia sadar bahwa pilihannya hanya terus berjuang atau menunggu diselamatkan tim SAR.
5. Dia Mudah Bergaul Dengan Siapapun
Pendaki gunung biasanya punya teman yang datang dari berbagai latar belakang. Selain solidaritas antar pendaki memang kuat, siapapun yang ditemui selama pendakian adalah kawan seperjuangan di alam raya. Gak jarang hubungan ini akan terus berlanjut sampai ke kehidupan normal pasca pendakian.

Kalau dia bisa langsung nyambung dengan orang yang baru ditemuinya dalam Jeep carteran menuju Ranu Pane, tentu dia gak akan kesulitan saat harus membuka percakapan dengan teman dan keluargamu. Sering mengakrabi alam membuat dia mudah bergaul dan terbuka terhadap setiap peluang untuk menjalin hubungan dengan orang baru.
6. Bisa Diandalkan
Pasangan yang bisa diandalkan adalah dia yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Dia udah gak lagi galau hidupnya mau dibawa kemana, dia sudah tahu apa yang benar-benar ingin dia lakukan dalam hidupnya. Proses mendaki gunung memberikan seseorang kesempatan untuk berdialog dengan dirinya sendiri dan menyelesaikan ganjalan dalam hati.

Ditengah beringasnya 7 Bukit Penyesalan Gunung Rinjani, dia akan mengalami monolog dengan sisi paling jujur dalam dirinya. Sambil menahan lelah dan teriknya sengatan matahari, dia akan paham bahwa  hidup harus benar-benar diperjuangkan sesuai impian. Gak ada hidup yang pantas dijalani dengan kepuasan setengah hati.
Kamu gak perlu lagi takut kehilangan dia ditengah perjalanan, atau tiba-tiba harus banting setir 180 derajat. Dia sudah menetapkan rute yang ingin ditempuh. Bahkan jauh sebelum bertemu kamu.
7. Punya Idealisme yang Kuat
Idealisme, adalah kemewahan yang kerap diagungkan oleh para pendaki gunung. Hidup susah nggak masalah, asal bisa hidup dengan kepala tegak. Biasa mengakrabi ganasnya alam membuat mereka ingin menjadi sebaik-baik manusia. Mereka akan ogah ikut dalam aksi kotor demi keuntungan pribadi. Pendakian mengajarkan bahwa hidup dan mati itu jaraknya setipis seutas tali.

Memiliki pasangan seorang pendaki akan memberikanmu hidup yang sederhana, tapi penuh arti. Mereka yang belajar di alam akan menyadari bahwa jadi manusia berguna itu lebih penting daripada menumpuk harta bagi diri sendiri. Karena pada akhirnya, kamu cuma punya integritas yang bisa dibawa sampai mati.
8. Kemampuan Kalkulasinya Pasti Oke
Suka sebel sama pasangan yang gak bisa mengatur jadwalnya sendiri? Atau kamu paling anti sama orang yang gak bisa mengatur pengeluarannya? Sama pendaki gunung, hal-hal menyebalkan yang berkaitan dengan masalah kalkulasi akan jarang kamu temui. Kegemarannya mendaki membuat dia ahli dalam membuat estimasi.

Dalam sebuah pendakian — terutama pendakian dalam tim, dia akan berhitung dengan cermat soal waktu untuk menyelesaikan tiap etape. Juga soal besarnya biaya yang harus dibayar tiap anggota tim untuk belanja logistik. Selain punya semangat juang yang tinggi, dia juga ahli dalam merencanakan sesuatu. Kualitas persiapan dan aksinya seimbang. nah loh, kurang apa lagi?
9. Luwes Tapi Efektif
Pendaki gunung adalah orang yang terbiasa dengan perubahan. Dia bisa dengan cepat menyesuaikan diri saat ada perubahan cuaca yang membuat perjalanan terhenti. Walau mengeluarkan kerangka tenda dan mendirikan tenda itu ribet, tapi dia gak akan mengeluh saat terpaksa harus nge-camp karena cuaca buruk.

Dia adalah pribadi yang fleksibel namun di lain sisi juga sangat efektif dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Walau harus mengubah ritme perjalanan, bukan berarti waktu pendakian molor. Dia harus tetap memperhitungkan kondisi logistik yang kian menipis. Kualitas macam ini nggak dimiliki oleh semua orang. Dan biasanya, mereka yang bisa dengan luwes membawa diri namun tetap efektif bekerja adalah mereka yang bisa sukses.
10. Tidak Mudah Terjebak Kenyamanan
Ketika sudah mendapat posisi yang mapan, apa yang biasa dilakukan oleh orang kebanyakan? Menikmati dan berleha-leha, bukan? Masuk kerja- pulang sore – menunggu macet di mall – membelanjakan uang di cafe yang chic – berharap akhir pekan datang – kembali menyambangi mall di akhir pekan. Apa iya kamu mau hidupmu berakhir seperti itu?

Menjalani hubungan cinta dengan pendaki gunung akan membuatmu belajar untuk terus memperluas batas kenyamanan. Pendakian mengajarkan mereka bahwa pelajaran selalu didapat justru dari usaha mengalahkan kesulitan. Mereka akan menantangmu untuk mengalahkan batas kemampuanmu sendiri. Tanpa kamu sadari, perlahan kamu juga akan belajar bahwa kenyamanan adalah jebakan yang harus dikalahkan kalau tidak mau jadi pribadi yang tertinggal.
11. Bisa Menerimamu Apa Adanya
Mendaki mempertemukan dia dengan banyak tipe orang dari berbagai latar belakang. Mulai dari yang kepribadiannya hangat dan oke banget, sampai yang punya kelakuan unik dan butuh perlakuan khusus. Apalagi diatas gunung konon seseorang akan benar-benar terlihat kepribadian aslinya. Demi lancarnya perjalanan, dia akan berusaha menyesuaikan diri dengan karakter orang-orang tersebut.

Alam telah menempa mereka dengan keras sehingga mereka belajar banyak tentang kedisiplinan, kemandirian, penguasaan diri, kesabaran, kerja sama, kepedulian dan masih banyak lagi.
Sebenarnya pacaran itu gak ubahnya sebuah pendakian. Demi bisa sukses, kamu harus pintar-pintar mengatur langkah agar sesuai dengan ritme teman seperjalanan. Bersama pasangan yang kerap mendaki gunung, kamu gak perlu khawatir dia ilfeel karena kelakuan anehmu. Kamu bisa dengan bebas menunjukkan dirimu yang sesungguhnya. Dia bisa memahami bahwa semua orang lahir dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.
12. Biasanya, Mereka Romantis
Walau tampangnya gahar, kulitnya hitam karena keseringan terpapar matahari — tapi hati anak gunung itu lembut dan hangat. Kalau orang lain menghadiahimu dengan cokelat dan bunga atau boneka lucu, dia akan menghadiahimu foto matahari terbit di Ranu Kumbolo atau malah menyebut namamu dalam doanya di puncak-puncak tertinggi gunung yang dia daki. Romantis kan?

13. Dia yang Sabar Menghadapi Apapun
Untuk mencapai posisi puncak gunung memerlukan proses yang panjang dan kerja keras. Tidak bisa tiba-tiba nangkring di puncak dan menikmati sunrise yang aduhai itu. Karena itu mereka akan menjadi sosok yang sabar dan menghargai proses.

Kesabaran adalah salah satu kunci keberhasilan para pendaki gunung mencapai puncak. Sekali dia gak sabaran, dia akan quit dan pulang. Tapi, kebanyakan para pendaki gunung itu punya batas kesabaran di atas rata-rata. Meskipun lelah, letih, lesu, dan loyo, tapi dengan sabar dia mendaki tanjakan demi tanjakan agar sampai ke puncak gunung.
Kamu suka ngambek? Bete? Uring-uringan gak jelas?
Ngadepin gunung yang rajanya PHP aja merka sabar, apalagi cuma ngadepin kamu?
Iya kamu!

14. Dia yang Penyayang dan Jelous
Pernah dimarahin sama pacar kamu yang pendaki gunung itu gara-gara buang sampah sembarangan?
Tidak hanya sama kamu, bahkan sama orang yang tidak dikenal pun dia berani marah-marah kalau buang sampah sembarangan.
Coba, bakal sebersih apa rumah tangga kalian kalau sama pendaki gunung?

Dan dia akan sangat cemburu jika hutan dan Edelweisnya ada yang merusak dan memetik. Apalagi kalau ada yang berani-berani mencolek kamu.
15. Dia Paham Makna “Rumah” dan “Pulang”
Seorang pendaki gunung tahu benar arti hangatnya sebuah rumah. Pada pendakian-pendakian panjangnya dia sering duduk, memandang bintang dari dataran setinggi 3000 meter diatas permukaan laut, membayangkan hangatnya rumah yang ditinggalkan. Tidak jarang rasa rindu ingin pulang jadi kekuatan saat langkahnya sudah sempoyongan dihadang trek pasir.

Dia akan menghargai makna “pulang”, “rumah” dan orang-orang yang berada di dalamnya. Beruntunglah kamu jika pada pelukmu lah dia selalu menemukan hangatnya rumah yang jadi sumber semangatnya menuntaskan pendakian.
Coba pikirin, ketika kamu lagi sedih, cemas, dan marah-marah karena tahu dia mau mendaki gunung, dia cuma memandang kamu dalam-dalam, lalu memelukmu sambil berkata:
“Jangan khawatir. Aku pasti pulang. Buat kamu….”

Kapan lagi bisa digituin? Kapan lagi?
Sudah siap naik gunung? ;)

Kerbau Vs Ferrari


Duluan Mana sampainya ? Tergantung  ! kalau kerbaunya jalan, Ferrarinya diam aja. Ya menang kerbaunya. Kalau sama sama jalanya, Ferari lebih cepat. Bagaimana kalau ferrari lawan ferrari juga dan sama sama jalan ? tergantung juga, yang nyetir siapa dulu ? artinya orang yang pintar kalau tak berani action, ya tak akan menang sama yang biasa berani mencoba. Kalau sama sama beraninya, yang punya ilmu ibaratnya punya “petanya” bisa sampai lebih cepat karena paham jalanya. Bagaimana kalau tak bisa naik ferrari, bisakah tiba di garis finish sama sama? Bisa saja asalkan 1 mobil. Artinya kita bisa cari tim ( Mitra atau Karyawan ) yang lebih pintar. Intinya , si pelaksana bisnis haruslah orang orang yang paham seluk beluk bisnis itu.
Jadi, “ Untuk berhasil ada ilmunya bukan asal jalan aja, hanya saja kalau mau belajar, ya hangan di telan mentah mentah, di pilah dan diolah dulu, jangan jangan ilmunya sydah tidak berlaku lagi di jaman sekarang.